Berbicara tentang genre musik Metal utamanya Band yang berorientasi pada
aransement musik Cadas, kebanyakan pikiran akan tertuju tentang
lagu-lagu keras yang mengajak kepada hal negatif dan kemaksiatan. Tidak
jarang dalam lirik lagu Band Death Metal tersebut membawa simbol-simbol
setan, iblis, Baphomet, Dajjalisme, dll dan identik dengan hal hitam.
Namun ternyata tidak bagi Group Band berikut ini, meskipun lagu-lagu
yang mereka bawakan penuh dengan Scream dan Rock Underground yang
kental, tapi ternyata justru lirik-lirik lagu mereka banyak yang
terinspirasi dari ayat Al-Qur'an dan ajaran Islam. Bahkan mereka secara
terbuka mempropogandakan anti Yahudi, anti JIL, dan menyuarakan
ke-Tauhidan melalui Salam Satu Jari yang menjadi icon komunitas mereka.
1.
PURGATORY
Purgatory adalah sebuah grup musik death metal asal Jakarta, grup
musik ini dibentuk oleh Lutfi sang gitaris bersama dengan adik
kandungnya yaitu Al yang memainkan drum. Lirik yang dibawakan oleh
Purgatory adalah berkisar tentang ajaran agama Islam, perang Uhud,
kematian, dan lain-lain. Purgatory sendiri di kamus berarti "
tempat penyucian dosa".
Yang bagi pengertian Islam berarti, neraka "WAIL", yaitu neraka tempat
orang2 berdosa (sebelum mereka boleh masuk surga) tapi masih ada iman
kepada Allah Subhana Wa Ta'ala dihatinya. Ini dipelajari dari surah
Al-Ma'uun, ayat "
Fa wailul lil musholliin...."
Band Metal ini adalah favorite Penulis. Banyak yang menyebut Band
kelahiran 1994 ini beraliran Black Metal tapi hal ini di sanggah oleh
Madmor vokalis Purgatory bahwa aliran mereka adalah "
Metal Syi'ar".
Dalam logo mereka sendiri terdapat unsur Dakwah. Jika biasanya simbol
Group Death Metal pada umumnya berbentuk bintang terbalik dengan
lingkaran setan yang mengunsurkan kepala kambing atau Baphomet,
sebaliknya logo Purgatory berbentuk bulan bintang dengan corak unik.

Sekarang Band ini telah mengganti logo lamanya menjadi logo ambigram,
yaitu suatu seni kaligrafi teks/huruf dimana gambar yang dihasilkan
bukan hanya bisa dibaca dari satu arah, tetapi dari arah sebalikanya.
Ambigram Purgatory ini dibuat oleh Thovfa Cb dari studio EndOneStuff
tanpa menghilangkan simbol bulan bintang sebelumnya.
Awal terbentuknya Purgatory sering membawakan lagu Obituary dan
Sepultura, kemudian mereka memutuskan untuk menggunakan topeng dan
penambahan personel seorang DJ. Uniknya, mereka mengakui bahwa topeng
yang mereka kenakan memang identik dengan rupa setan yang menyeramkan,
namun mereka mereka menambahkan bahwa topeng itu hanya tampilan luar
yang menyerupai "setan" tapi dalamnya Insya Allah tidak, sebagaimana
yang dilansir dalam interview backstage
Java Rocklin Land 2010.
Mereka mengatakan bahwa topeng tersebut untuk menunjukkan kalau didunia
ini sebenarnya banyak "setan" yang berkeliaran namun menutupi diri
mereka dengan topeng kemunafikan, yang berarti cerminan fisik dan
dalamnya berbeda. Intinya menurut mereka lebih baik memiliki rupa luar
"setan" namun didalamnya mencerminkan kebaikan dibandingkan rupa luar
"malaikat" tapi didalamnya penuh kebusukan.
Band ini juga mempromosikan gerakan metal yang mencintai Agama yang sering disebut
Metal Satu Jari (
One Finger Movement) dengan slogan
Approach Deen Avoid Sin
yaitu suatu ajakan untuk menjauhi dosa dan mendekati agama. Purgatory
juga memiliki panggilan bagi yang pro dengan mereka yaitu "
MOGerz", yang merupakan singkatan dari '
Messenger of God-erz'.
Dimana memiliki arti bahwa penggemar mereka harus juga mengikuti
Rasulullah. Dan kecintaan Purgatory terhadap Nabi terakhir Muhammad
Shallallahu 'Alaihi Wasallam diabadikan dalam lagu "
MOG.S.A.W".
Untuk membuktikan bahwa Band yang satu ini benar-benar membawa
pesan-pesan Islam melalui lagu mereka, dapat dicermati pada makna yang
terkandung dalam setiap lirik lagu mereka.
Ini salah satu video penampilan Purgatory
2. Tengkorak
Tengkorak adalah grup musik Indonesia yang didirikan pada tahun
1993 di Jakarta. Band ini mengusung aliran grindcore. Band Tengkorak
diawali oleh Ombat, Danang, dan Yoyok pada akhir tahun 1993 dengan
karakter musik yang dipengaruhi oleh salah satu dari pionir band
grindcore asal Inggris yaitu Napalm Death. Tengkorak mulanya terdiri
dari empat orang: M. Hariadi "Ombat" Nasution (vokal), Danang Bhudiarto
(Bass), Yoyok Radianto (Guitars), dan Denny Julianto (Drums), kemudian,
Pada tahun 1994 Adam Mustofa bergabung menjadi gitaris di line up ini.
Tengkorak adalah band Grindcore pertama di Jakarta yang merilis mini
Album berjudul "
It's a Proud to Vomit Him" yang memuat 4 lagu yaitu:
Primitive Jokes,
Aggression,
The Grave Torment dan
Bencana Moral.
Tengkorak yang dikomandoi oleh Ombat memberikan penjelasan bahwasanya
memang ciri khas metal yang diusung Tengkorak seperti mengalami
perubahan ideologi 180 derajat. Topic–topic yang diangkatpun memang
memiliki khas tersendiri. Jika selama ini metal identik dengan alcohol,
seks bebas, narkotika dan hal hal negatif lainnya maka dengan tegas
Ombat menyatakan, “
Tengkorak dari dulu berjuang sendiri, mau band
selevel Slayer, Napalm Death hingga Lamb Of God dah paham gue, buat
Tengkorak semua band yang ngajarin sesuatu yang merusak generasi muda
mereka itu musuh Tengkorak”.
Memang secara factual, topic–topic anti zionis sangat kental dalam syair-syair Tengkorak di persiapan album terbarunya nanti. “
Musik ini senjata, sama seperti senjata AK47 yang dipakai mujahidin untuk lawan penjajah. Begitupun Tengkorak”
jelas Ombat dalam sebuah obrolan ringan di pelataran Masjid Agung Al
Azhar dengan redaksi Berandalan Puritan. Daus gitaris dari band
crustcore Gunxrose juga mengatakan, “
Satu hal yang berbeda antara
Tengkorak dan band metal lainnya, Tengkorak itu bisa masuk baik di
kalangan atas hingga kalangan bawah. Mungkin karena mereka memang telah
melewati fase perjuangan benar benar dari bawah. Dan kalau ngobrol sama
Ombat, gue seperti tidak melihat ada jarak antara seorang artis dan
penggemar. Ombat bisa asyik, dan membaur dengan siapa saja, mereka punya
masa dengan atau label Fans tengkorak”.

Ombat Nasution seorang magister hukum dan anggota tim pengacara resmi
berjihad lewat jalur musik kira-kira sejak tahun 2000-an dengan
mendeklarasikan musik Tauhid yang mengubah berbagai simbol metal dalam
performa mereka. Simbol tiga jari diubah menjadi satu jari telunjuk,
yang berarti tauhid. Lirik merekapun setelah itu konsisten dengan suara
jihad dan anti zionis Israel. Tengkorak menyuarakan kepedulian terhadap
nasib bangsa Palestina dan menolak kehadiran zionis Israel di Tanah
Palestina. Seperti terdengar dalam lagunya yang berjudul
Boycott Israel,
Zionist Exaggration,
Hisbullah, dan
Dajjal Dunia.
Ombat juga sering terlibat melakukan orasi menentang paham-paham yang
melecehkan Islam dan tokoh-tokoh anti agama, seperti saat Ombat
menyuarakan anti JIL dan menentang kedatangan Lady Gaga. Saat berorasi
di bunderan HI, Ombat menegaskan Islam turun dengan sempurna, "
Hari
ini, kita bersatu dan akan seterusnya bersatu untuk melawan pemikiran
bodoh Barat. Kita tidak mau dijajah dan disesatkan kaum liberal,” kata Ombat seraya memekikkan takbir "
Allahu Akbar!". Di akhir orasi, Ombat mengajak anak muda untuk mengganti salam setan metal dengan salam tauhid.
Tengkorak muncul sebagai band yang memperhatikan kondisi anak bangsa,
yaitu anak-anak muda yang terbawa selera kebaratan dan terjerumus
pergaulan tanpa arah. Mereka berani menyuarakan jihad, takbir, dan salam
dalam setiap performanya. Termasuk simbol utama Satu Jari penanda
Tauhid Islam yang mereka sebarkan. Aliran metal barat yang sarat dengan
anti Tuhan, obat terlarang, dan pergaulan bebas, mereka kikis dengan
memasukan muatan Islami ke dalam lirik mereka.
Tengkorak adalah icon legendaries yang tidak bisa ditandingi. Mereka
memulai karir mereka dari nol besar hingga menggebrak dunia metal sampai
ke scene global.
Mereka kembali! Mereka eksis! Dan semangat mereka tidak akan mati! Ya benar Tengkorak Rules!
3. The Roots of Madinah
The Roots Of Madinah berawal dari ide 3 orang teman lama yang
bersatu kembali setelah sekian tahun berpisah ditelan kesibukan masing
masing. Mereka itu adalah Thufail Al Ghifari, Udenkox Hermawan dan Arif
Attack. Sejak berdiri pada tanggal 24 Mei 2008, The Roots Of Madinah
telah mengalami beberapa pergantian personel. Dan saat ini Line Up The
Roots Of Madinah adalah Thufail Al Ghifari - Lead Vokal, UdenkOx
Hermawan - Guitar, Arif Attack Guitar, Bobby - Bass dan Ivan Noval Husni
di Drum. Banyak cerita menghiasi latar belakang para personel The Roots
Of Madinah.
Muhammad Thufail Al Ghifari, ia adalah salah satu rapper yang
cukup dikenal di komunitas hiphop local dan nasyid indonesia. Kedua
albumnya sudah memberi warna tersendiri dalam perjalanan eksistensinya.
Walau aransemen music di album Syair Perang Panjang sempat mendapat
banyak cercaan dari komunitas hiphopindo, ditambah syair–syair islam
yang tajam, tegas dan sangat agresif membuat Thufail sering dicap rapper
islam garis keras bahkan hingga saat ini masih banyak yang memberikan
penilaian tersebut. Namun dibalik semua pro kontra itu, Thufail Al
Ghifari ternyata mampu membuktikan ketangguhan prinsip dan idealisnya.
Tidak sedikit orang–orang yang terinspirasi dengan lagu–lagunya, bahkan
memilih hijrah membela islam karena terinspirasi oleh lagu–lagu Thufail
Al Ghifari.
Terlahir dari pasangan Pendeta, Thufail masuk Islam tahun 2002 setelah
melewati proses pemikiran dan pencarian jati diri yang panjang. Jiwa
musiknya merupakan warisan dari sang ayah yang juga mampu memainkan
semua jenis alat music dari gitar, bas, piano, keyboard hingga drum.
Thufail pertama kali membuat band dengan nama Rafflesia di kelas 2 SMP.
Rafflesia memainkan lagu–lagu dari Godbless, Kantata Takwa, Slank,
Boomerang, Jamrud hingga Iwan Fals. Setelah lulus dari SMP Negeri 3
Bekasi, Rafflesia bubar.
Thufail mendirikan Stompkin di akhir kelas 2 SMA dan setelah Stompkin
bubar, Thufail serius dengan mempersiapkan solo albumnya yang bernuansa
rap. Namun dalam prosesnya album solo Thufail sempat tertunda 2 tahunan
karena berbenturan dengan proses Thufail memperdalam keislamannya pasca
masuknya beliau ke islam setelah 20 tahun lahir dalam pembinaan keluarga
Kristen.
Album Syair Perang Panjang merupakan debut Thufail Al Ghifari sebagai
rapper. Album indie label ini mendapat banyak sanjungan dan kritik dari
komunitas hiphop terutama dalam masalah aransemen musik. Musik di album
ini memang diakui Thufail sangat apa adanya, karena keterbatasan
prasarana dalam penggarapannya. Banyak dari penyuka Thufail Al Ghifari
justru tidak terlalu perduli dengan ukuran kualitas music Thufail,
mereka lebih salut dan terinspirasi oleh syair–syair Thufail tentang
Islam.
“
kesuksesan saya tidak terletak pada music dan berapa banyak fans
saya, saya tidak butuh fans. Saya hanya ingin menyampaikan isi hati
saya, rasa syukur saya akan kedahsyatan Islam dalam menemani pencarian
jati diri saya, dan saya menemukan jawaban dari semua pertanyaan hidup
saya hanya di dalam Islam. dan saya menuangkan semua di dalam lagu–lagu
saya”

Itulah pendapat Thufail mengenai pro kontra tentang kehadiran dia
sebagai rapper yang banyak menyuarakan Islam dan membongkar kebusukan
zionis internasional melalui lagu–lagunya. Kini setelah perjalanan kedua
Album solonya, Thufail kembali melakukan reuni dengan beberapa
teman–teman lamanya di Stompkin yaitu Udenk dan Arif untuk mendirikan
The Roots Of Madinah.
“
Saya ingin mulai sesuatu dari nol lagi, saya ingin merasakan
tantangan baru. Setuju atau tidak setuju inilah saya! Dan seperti yang
sering saya katakan, saya tidak butuh fans, popularitas atau eksistensi.
Solo karir saya atau bersama The Roots Of Madinah semuanya hanyalah
sebuah proyek eksperimen seni dan resistensi, kreatifitas musik kami
hanyalah sarana untuk membagi perasaan kami, membagi isi hati kami
tentang busuknya dunia atau jenuhnya kehidupan hingga rasa syukur ketika
kami menemukan banyak harapan dengan keyakinan kami terhadap Pencipta
kami. Lagi pula The Roots Of Madinah bukan band dakwah atau band islam
apalagi band underground atau apalah. Kami cuma band rock ala kadarnya
tapi dikelola dengan semangat yang tidak sekedarnya. Terserah orang mau
nilai apa, kami hanya ingin berkarya dan memberi kepuasan pada batin
kami”
Karakter musik
The Roots Of Madinah tidak bisa di kotakan menjadi
metal, hiphop, jazz, blues, dll. Konsep musiknya secara universal
adalah rock. Namun dalam pengembangannya mereka berharap orang-orang
bisa melihat The Roots Of Madinah sebagai The Roots Of Madinah.
4. Punk Muslim
5. Jerusalem Slam
Dan tentu masih banyak lagi yang lainnya...